Minggu, 09 Oktober 2011

SISTEM PENAMBANGAN TERBUKA

MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA

Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1) Tambang terbuka (surface mining)
2) Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining)
3) Tambang bawah air (underwater mining)
Pemilihan metode penambangan ini berdasarkan pada keuntungan terbesar yang akan diperoleh, bukan berdasarkan letak dangkal atau dalamnya suatu endapan, serta mempunyai perolehan tambang (mining recovery) yang terbaik.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN SISTEM PENAMBANGAN

Aturan utama dari eksploitasi tambang adalah memilih suatu metoda penambangan yang paling sesuai dengan karakteristik unik (alam, geologi, lingkungan dan sebagainya) dari endapan mineral yang ditambang di dalam batas keamanan, teknologi dan ekonomi, untuk mencapai ongkos yang rendah dan keuntungan yang maksimum (Morrison dan Russel, 1973 ; Boshkov dan Wright, 1973).

1) Karakteristik spasial dari endapan
a. Ukuran (dimensi : tinggi atau tebal khusus)
b. Bentuk (tabular, lentikular, massif, irregular)
c. Attitude (inklinasi dan dip)
d. Kedalaman (niiai : rata-rata dan ekstrim, nisbah pengupasan)

2) Kondisi geologi dan hidrogeologi
a. Mineralogi dan petrologi (sulfida vs oksida)
b. Komposisi kimia (utama, mineral by product)
c. Struktur endapan (lipatan, patahan, diskontinu, intrusi)
d. Bidang lemah (kekar, retakan, belahan dalam mineral, rekahan dalam batubara)
e. Keseragaman, alterasi, erosi
f. Air tanah dan hidrologi

3) Sifat-sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk bijih dan batuan sekelilingnya
a. Sifat elastik (kekuatan, modulus elastik, koefisien Poisson, dan lain-lain)
b. Perilaku elastik atau visko elastik (flow, creep)
c. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
d. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten
e. Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas bawaan, lengas bebas)

4) Konsiderasi ekonomi
Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa pengembalian dan keuntungan
a. Cadangan (tonase dan kadar)
b. Produksi
c. Umur tambang
d. Produktivitas
e. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok

5) Faktor teknologi
a. Perolehan tambang
b. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih)
c. Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi
d. Selektifitas metode untuk bijih dan waste
e. Konsentrasi atau dispersi pekerjaan
f. Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi

6) Faktor lingkungan
a. Kontrol bawah tanah
b. Penurunan permukaan tanah
c. Kontrol atmosfir (ventilasi, kontrol kualitas, kontrol panas dan kelembaban)
d. Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment, kesehatan dan keselamatan, kehidupan, kondisi permukiman)

Obyektif dasar di dalam pemilihan suatu metode penambangan suatu endapan mineral tertentu adalah merancang suatu sistem eksploitasi yang paling cocok di bawah suatu lingkungan yang aktual (Hamrin, 1982).
Suatu model untuk pekerjaan persiapan (development) dan pemilihan metoda penambangan oleh Folinsbee dan Clarke, 1981 dapat dilihat pada Gambar 3.1. Evaluasi rekayasa dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap. Pada tahap pertama, studi konseptual, karakteristik fisik dan kuantitas output dari sejumlah metoda penambangan, layouts dan sistem dinilai. Tahap kedua, studi rekayasa, konsep sebelumnya dikuantifikasi dan dibandingkan, menghasilkan rancangan dan biaya yang tetap. Tahap terakhir, studi rancangan detail, gambar-gambar dan spesifikasi untuk konstruksi untuk metode yang diinginkan disiapkan. Hasil dari evaluasi ini adalah laporan rekayasa final yang merupakan dasar dari keputusan investasi, pembelian peralatan dan jadwal konstruksi.

MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA

Yang dimaksud dengan tambang terbuka adalah metode penambangan yang segala kegiatannya atau aktvitasnya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.

Pengelompokkan Metode Tambang Terbuka Berdasarkan Jenis Endapan

Secara umum dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) metode :
1) Open pit/open cast/open cut/open mine
2) Quarry
3) Strip Mine
4) Alluvial Mine

A. Open pit/open cast/open cut

Metode ini biasanya diterapkan untuk menambang endapan-endapan bijih (ore). Secara umum metode ini menggunakan siklus operasi penambangan yang konvensional, yaitu : pemecahan batuan dengan pemboran dan peledakan, diikuti operasi penanganan material penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Perbedaan antara open pit dengan open cut/open mine/open cast dicirikan oleh arah penggalian/arah penambangan. Disebut open pit apabila penambangannya dilakukan dari permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan bijih tersebut berada. Disebut open cut/open cast/open mine apabila penggalian endapan bijih dilakukan pada suatu lereng bukit. Jadi penerapan open pit atau open cut sangat tergantung pada letak atau bentuk endapan bijih yang akan ditambang. Salah satu contoh metode open pit/open cast adalah seperti yang diterapkan di PT. Freeport Indonesia dan PT. Kelian Equatorial Mining
Perbedaan open pit dan open cast juga dilihat dari pemindahan tanah penutupnya. Pada open pit tanah penutup dikupas dan dipindahkan ke suatu daerah pembuangan yang tidak ada endapan di bawahnya, sedangkan pada open cast tanah penutup tidak dibuang ke daerah pembuangan, tetapi dibuang ke daerah bekas tambang yang berbatasan.

B. Quarry (Kuari)

Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri (Gambar 3.4). Berdasarkan letak endapan yang digali atau arah penambangannya secara garis besar kuari dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1) Side hill type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk bukit. Berdasarkan jalan masuk ke pemuka penambangan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Jalan masuk berbentuk spiral
b. Jalan masuk langsung

2) Pit type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya (front) digali ke arah bawah sehingga membuat cekungan (pit). Berdasarkan jalan masuk ke pemuka kerja, memiliki tiga kemungkinan jalan masuk, yaitu :

a. Jalan masuk spiral
b. Jalan masuk langsung
c. Jalan masuk zig-zag

C. Strip Mine

Yang dimaksud dengan strip mine adalah sistem tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan sedimenter yang letaknya kurang lebih mendatar, misalnya tambang batubara, tambang-tambang garam, dan lain-lain.


D. Alluvial Mine


Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, dan lain-lain.
Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
• Tambang semprot (hydraulicking)
• Penambangan dengan kapal keruk (dredging)
• Manual mining method

1) Tambang semprot
Sesuai dengan namanya, penggalian endapan pada tambang semprot dilakukan dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi dengan menggunakan alat penyemprot yang dinamakan monitor atau water jet atau giant (Gambar 3.5). Kekuatan tekanan disesuaikan dengan jenis material yang digali. Tekanan ini bisa sampai 10 atm.
Syarat utama pemakaian cara penambangan dengan tambang semprot adalah harus tersedia banyak air,
baik untuk penggaliannya maupun untuk pengolahannya.

2) Penambangan dengan kapal keruk
Cara penambangan ini digunakan bila endapan terletak di bawah permukaan air, misalnya di lepas pantai, sungai, danau atau lembah yang tersedia banyak.
Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Sistem tangga, yaitu pengerukannya dengan membuat atau membentuk tangga atau jenjang.
b. Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga sampai pada kedalaman tertentu, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk tangga.
c. Sistem kombinasi, yaitu gabungan dari kedua sistem di atas.
Berdasarkan dari tempat kerjanya, maka penambangan kapal keruk dapat dibedakan menjadi kapal keruk darat dan kapal keruk laut (Gambar 3.6).
Alat-alat yang dipakai pada penambangan kapal keruk berdasarkan alat galinya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Multy bucket dredge, kapal keruk yang alat galinya berupa rangkaian mangkok (bucket)
b. Cutter suction dredge, alat galinya berupa pisau pemotong yang menyerupai mahkota.
c. Bucket wheel dredge, alat galinya dilengkapi dengan timba yang berputar (bucket wheel)

3) Manual mining method
Cara penambangan ini sangat sederhana dengan menggunakan tenaga manusia hampir tidak memakai alat mekanis.
Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau oleh kontraktor-kontraktor kecil. Biasanya endapan yang ditambang bentuknya :http://www.blogger.com/img/blank.gif
a. Ukuran atau jumlah cadangannya kecil
b. Letaknya tersebar dan terpencil
c. Endapannya cukup kaya
Alat penambangan yang biasanya dipakai adalah :
a. Pan / bate l dulang
b. Racker (cradle)
c. Longtom
d. Sluice box

JIKA DI COPY-PASTE (klik paste option lalu pilih keep text only) editlah susunan paragrafnya

KLIK DISINI untuk lihat versi lengkapnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar