Jumat, 07 Oktober 2011

PROSES PEMBUATAN BRIKET BATUBARA

Proses Pembuatan Briket Pada UPTD Pabrik Briket Batubara Takalar (SUL-SEL)

Batubara yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan briket pada pabrik tersebut adalah batubara yang berasal dari mallawa. Pada umumnya alat-alat yang digunakan pada pabrik tersebut adalah alat-alat yang masih sangat sederhana dan sangat terbatas. Untuk memperoleh briket batubara yang berkualitas baik seharusnya pada tahapan awal dilakukan proses untuk mengurangi kandungan air dari batubara yang akan digunakan, namun pada pabrik tersebut belum dilakukan karena keterbatasan alat yang digunakan.

Sebelum melalui proses, batubara dikumpul/ditampung pada Stockpile. Langkah pertama dalam pembuatan briket adalah memasukkan batubara kedalam Crusher melalui Beltconveyor, dimana crusher ini berfungsi untuk menghancurkan (crushing) batubara yang berukuran besar menjadi ukuran-ukuran tertentu yang diinginkan. Crusher yang digunakan tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-1. Setelah mendapatkan batubara yang berukuran kecil dari hasil crushing, batubara tersebut dibawa ke Hammer mill melalui beltconveyor untuk selanjutnya akan discreening (diayak) dengan tujuan untuk mendapatkan batubara yang berukuran halus. Hammer mill tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-2. Proses selanjutnya yang akan dilakukan adalah blending/mixing (pencampuran). Batubara yang sudah halus akan dibawa ke mixer melalui beltconveyor. Mixer tersebut berfungsi untuk mencampur (mengaduk) batubara yang sudah halus dengan bahan-bahan campuran lainnya seperti bahan perekat, soda api dan air. mixer tersebut dikendalikan/dikontrol dengan local control panel-3. Adapun bahan-bahan yang dicampurkan untuk setiap 4 karung batubara halus pada proses mixing adalah 5 kg tepung tapioca, ½ kg soda api, serta 3 ember air (atau dikondisikan). Fungsi dari tepung tapioca tersebut adalah sebagai bahan perekat, soda api berfungsi untuk membantu proses pembakaran briket, sedangkan air berfungsi untuk mengentalkan tepung tapioka agar lebih mudah merekatkan batubara yang halus agar lebih mudah dibentuk.

Setelah batubara dan bahan-bahan yang lainnya sudah bercampur dengan baik, hasil mixing tersebut akan ditranspor/diangkut ke Moulding Roll melalui beltconveyor untuk dicetak sesuai dengan model tertentu (berdasarkan model cetakan pada moulding roll) , dimana pada pabrik tersebut moulding roll yang digunakan merupakan percetakan dengan type telur. Moulding roll itu sendiri dikontrol/dikendalikan dengan local control panel-4.


(alur proses briket-KLIK UNTUK PERBESAR)

Briket yang telah dicetak tersebut belum bisa langsung digunakan karena masih dalam keadaan basah akibat dari pencampuran dengan air pada proses mixing sebelumnya, sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan briket pada pabrik tersebut dilakukan dengan cara menjemur briket batubara yang sudah dicetak. Namun, untuk menjaga kemungkinan terburuk ketika pada musim hujan tidak ada sinar matahari yang cukup untuk mengeringkan briket-briket tersebut, maka disiapkan sebuah oven berukuran besar yang bisa digunakan sebagai pengganti sinar matahari untuk mengeringkan briket yang sudah dicetak. Setelah dipastikan sudah kering maka briket-briket tersebut siap untuk dipasarkan.

Demikian proses singkat dari pembuatan briket di UPTD pabrik briket batubara Desa Lengkese,Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

3 komentar: